Upaya Pemerintah Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

binatalentanusantara-mea

binatalentanusantara-mea

Para pemimpin ASEAN sepakat untuk membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015.

Tujuannya untuk meningkatkan daya saing Asean. Pembentukan pasar tunggal yang biasa disebut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), nantinya dapat mempermudah satu negara menjual barang dan jasa ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara.

Masyarakat Ekonomi Asean  tidak hanya membuka arus perdagangan barang dan jasa tetapi juga dapat menghapuskan aturan-aturan yang sebelumnya menghalangi perekrutan tenaga kerja asing di Indonesia, sehingga tidak menutup kemungkinan tenaga kerja asing dapat mengisi berbagai jabatan serta profesi yang tersedia di Indonesia. Hal ini yang mendasari pemerintah Indonesia untuk mempersiapkan kualitas masyarakat Indonesia, supaya dapat bersaing dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya. Dan pemerintah juga harus membuat persiapan yang cukup matang untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), supaya dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) membuat angka pengangguran di Indonesia menurun bukan malah sebaliknya.

Pada tahun 2016  sejumlah upaya telah pemerintah lakukan untuk meningkatkan kesiapan dan kompetensi pekerja lokal dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Upaya yang dilakukan pemerintah antara lain menetapkan 85 standard kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI) serta akreditasi 725 balai latihan kerja dan lembaga pelatihan kerja swasta (LPKS).  Ini semua bagian penting kita menyiapkan angkatan kerja agar mampu memimpin persaingan di Masyarakat Ekonomi Asean (MEA.

Pendidikan

Selain pelatihan kerja yang menjadi upaya pemerintah untuk menghadapi MEA hal lain yang menjadi sektor penting yang harus segera pemerintah benahi adalah  Pendidikan. Karena pendidikan menjadi dasar seseorang untuk menambah dan mengasah kemampuan mereka yang diharapkan mampu menghadapi MEA.  Namun sayangnya, tidak ada kemajuan yang signifikan, baik sistem pendidikan maupun kualitasnya, dimana dapat kita lihat mutu pendidikan di Indonesia hingga Febuari 2014 jumlah pekerja berpendidikan SMP atau dibawahnya tercatat  sekitar 64 persen dari total 118 juta pekerja di Indonesia. Penyebabnya adalah sebagian masyarakat masih banyak kurang memahami apa itu MEA dan pentingnya pendidikan, sehingga  banyak masyarakat yang merasa puas dengan pendidikan yang diperoleh meskipun hanya rata-rata lulusan SMP.

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting, karena secara garis besar pendidikan memilki peran untuk memberikan keterampilan, menjadi sumber ilmu pengetahuan, dan sebagai sarana melatih kedisiplinan dan mental yang tangguh. Maka dari itu pemerintah harus segera mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya peran pendidikan. Ketika masyarakat  sadar akan pentingnya pendidikan maka secara otomatis mereka akan menyadari bahwa mereka harus memiliki pendidikan yang tinggi serta keterampilan yang mumpuni sehinggga ketika MEA dibuka mereka akan siap menghadapinya.

Oleh karena itu, Pendidikan menjadi solusi ampuh dalam menghadapi MEA dilihat dari perannya yang sangat penting dalam menghadapi MEA yang akan segera dibuka. Pendidikan memberikan harapan yang besar bagi bangsa dalam memecahkan segala permasalahan yang sedang dialami bangsa, baik masalah politik, masalah ekonomi, maupun masalah pendidkan itu sendiri.Dalam pelaksanaannya, bukan hanya pemerintah yang harus menjalankan peran pendidikan sendiri dalam menghadapi MEA, melainkan semua elemen masyarakat harus ambil bagian dari mulai keluarga, sekolah, dan masyarakat.

 

dikutip dari berbagai sumber:

republika.co.id

achsanulfiqri.blog.uns.ac.id

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Powered by Phincon - Clarity @ 2016 - All Right Reserved

Forgot your details?

Create Account